Tampilkan postingan dengan label Indonesia Kami. Tampilkan semua postingan

Nama Asli Presiden Soekarno



Bung Karno terlahir dengan nama Kusno. Sejak kecil hingga usia belasan tahun, Kusno selalu sakit-sakitan. Yang terparah adalah saat ia berumur sebelas tahun. Sakit thypus menyerangnya dengan hebat. Bahkan kerabat dan handai taulan menyangka, Kusno berada di ambang pintu kematian. Dalam kondisi seperti itu, ayahandanya, Sukemi Sosrodihardjo mendorong semangat Kusno untuk bertahan. Selama dua setengah bulan Kusno tak bangun dari tempat tidurnya.
Read more

Mobil Listrik UNY Membuat Heboh di Korea Selatan



Lagi-lagi generasi muda Indonesia berprestasi di kancah internasional. Tim mobil listrik “Garuda UNY” dari Universitas Negeri Yogyakarta bersuka cita atas keberhasilanya mengibarkan bendera merah putih dalam ajang 2013 International Student Green Car Competition yang di gelar pada akhir bulan mei 2013 di Seoul, Korea Selatan.

Ada 4 katagori yang di perlombakan dalam ajang kompetisi mobil ramah lingkungan Internasional tersebut, yaitu acceleration, maneuverability, endurance performance, dan creative technology. Dari 4 katagori tersebut tim Indonesia menjuari kategori creative technology mengungguli 39 tim mobil listrik lainya.

Ketua tim Ahmad Yuliato menuturkan bahwa mobil listriknya yang di beri nama “UNYEVO” mengaplikasikan 3 teknologi yang tidak di gunakan tim lainya, yaitu, quick release, steering wheel, LCD on steering wheel, dan electric differential. Inovasi itulah yang mengantarkan mereka menjadi juara di katagori creative technology dan berhak membawa pulang uang 1 juta won.
Pada uji accelaration dan maneuver dengan menggunakan teknik drifting tim Garuda UNY mampu membuat heboh tim lain dengan penampilan yang sangat baik. Rektor UNY, Rochmad Wahab, mengatakan  bahwa tahun berikutnya UNY akan mengirimkan dua tim untuk ajang tersebut, yaitu tim mobil listrik dan tim mobil hybrid.
Read more

Game yang Bikin Belajar Pajak Makin Asyik


Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyetorkan pajak, diperlukan adanya edukasi perpajakan. Namun, bagi kebanyakan orang, edukasi identik dengan suasana yang membosankan, sehingga masyarakat tidak tertarik untuk mempelajari perpajakan lebih lanjut.

Karena hal itulah, seorang mahasiswa program studi Pendidikan Akutansi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Yogyakarta (UNY), Asriatun mengembangkan media pembelajaran pajak yang unik.
Media tersebut dikemas dalam bentuk Role Playing Game (RPG) yang dinamakan Taxcellent. Sesuai bentuknya, Taxcellent bertujuan untuk memudahkan mahasiswa dan masyarakat untuk lebih mengenal pajak dengan cara yang menyenangkan.
Asriatun menjelaskan bahwa selama ini pajak hanya diajarkan secara monoton, dan untuk mempelajarinya, mahasiswa atau masyarakat dipaksa untuk menghafalkan. Dengan game ini, diharapkan objek pajak menjadi lebih cepat paham tanpa merasa bosan.
Dengan menggunakan software RPG Maker XP, Asri menyusun permainan Taxcellent tersebut. Ide dasar dari permainan itu, para pemain diharuskan menyelesaikan misi-misi perpajakan yang sudah ditentukan.
Untuk bisa naik ke level selanjutnya, pemain harus memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal. Ini bisa dilakukan dengan cara mengerjakan soal-soal yang diberikan selama permainan. Untuk bisa mengerjakan soal, materi tentang soal tersebut akan diberikan sebelumnya dengan cara-cara yang menarik, seperti bertemu orang-orang, membuka peti, belajar di sekolah.
Mahasiswa yang baru saja diyudisium pada 29 April 2014 itu mengaku butuh waktu empat bulan untuk menyelesaikan pembuatan Taxcellent. Kesulitan yang dialami ketika Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) justru menginspirasi Asri untuk melahirkan permainan tersebut karena pada saat PPL ia merasa kesulitan menjelaskan materi perpajakan. Atas pengalaman itulah ia mencoba membuat permainan ini dan mengujikannya ke siswa SMKN 1 Godean, dan mendapat hasil yang baik.
Sumber: okezone
Read more

Marching Band Semen Indonesia Juara di Thailand International Marching Band Festival 2014


Marching Band Semen Indonesia (MBSI) meraih prestasi gemilang dengan berhasil menjuarai  “Thailand International Marching Band Festival 2014″ untuk kategori Marching Show & Display Final di Stadiun Nasional Bangkok pada 6 Mei lalu.

Piala juara diserahkan Director of General Departement of Physical Education Ministry of Tourism and Sports Thailand, Saenchan Varasumanta. 
Keberhasilan tim MBSI disambut suka cita oleh Kepala Departemen Pengelolaan Sosial dan Lingkungan Korporasi Semen Indonesia Wahyudi Heru dengan mengalungkan bunga ucapan selamat kepada anggota MBSI.
“Kami sangat bangga atas prestasi para peserta Marching Band. Ini merupakan perjuangan dan keberhasilan kami semua dalam membina klub binaan Semen Indonesia,” kata Wahyudi Heru. Kategori Marching Show & Display Final merupakan kolaborasi konfigurasi divisi tim marching band dengan iringan musik, ditambah dengan formasi gerakan peserta yang kompak.

“Kekompakan para peserta dan perpaduan antara gerak dan musik itu yang membuat Marching Band Semen Indonesia menjadi juara pertama di ajang internasional tersebut, sekaligus menjadi kebanggaan Indonesia di kancah internasional,” tambahnya.

Kompetisi internasional tersebut diikuti 28 tim marching band dari beberapa negara, antara lain Singapura, tuan rumah Thailand dan Indonesia, dengan 10 tim juri dari Drum Corps International yang berasal dari Amerika Serikat, Jepang dan Thailand. MBSI mengirimkan sebanyak 152 orang personel pada ajang itu, terdiri dari 121 orang pemain, 6 pelatih dan 26 ofisial.

Adapun kategori yang dilombakan pada perlombaanl ini meliputi Street Parade (unjuk gelar mempresentasikan atau mempromosikan masing-masing negara peserta), Drum Fight (unjuk ketangkasan dalam memainkan alat musik perkusi), dan Marching Show & Display (unjuk konfigurasi keseluruhan divisi ttim).
Sumber: antarajatim.com (8/5/2014)

Read more

Kuliner Indonesia Ini Jadi Kuliner Kaki Lima Terbaik di Dunia!

         
            Indonesia dikenal memiliki beragam kuliner yang terkenal dimata dunia. Beberapa kuliner Indonesia menduduki posisi teratas sebagai makanan terenak di dunia. Selain memiliki masakan andalan terbaik, nusantara juga memiliki beragam makanan khas kaki lima yang tak kalah menggugah selera. Bahkan berita baiknya, Soto Ayam khas Ambengan mendapat predikat sebagai kuliner kaki lima terbaik di dunia.
Dilansir dari kompas.com, dalam “World Street Food Congress” yang diselenggarakan pada bulan juni lalu di Singapura, kuliner kaki lima Indonesia masuk kedalam daftar 20 kuliner kaki lima terbaik di dunia. Ternyata selain sate ayam dan rendang, popularitas soto ayam ambengan cukup melejit pesat menduduki posisi puncak sebagai kuliner kaki lima terbaik di Dunia. Wah, sungguh luar biasa, hal yang sangat membanggakan Indonesia.
Predikat ini diberikan atas dasar penilaian dari World Street Food Council, seperti tertulis dalam website resminya wsfcongress.com penilaiannya sendiri berdasarkan bagaimana bahan pembuatan, persiapan makanan, faktor kebersihan, konsistensi dan kualitas dari rasa kuliner kaki lima tersebut. Dan dari 20 kuliner kaki lima terpilih soto ayam ambengan menduduki posisi puncak nomor 1.
Soto ayam ambengan atau soto dikenal juga dengan soto lamongan yang mewakili kuliner kaki lima Indonesia adalah gerai soto ayam milik Pak Sadi. Beliau telah membuat sendiri resep soto yang telah diwariskan secara turun temurun. Sungguh prestasi yang membanggakan membawa nama kuliner kaki lima Indonesia dimata dunia. Wah, luar biasa sekali ya, Dreamers! ^^
(mya)

Read more

Sejarah Nama Pulau Besar Indonesia


Mengenai sejarah pemberian nama untuk Pulau-pulau besar di Indonesia mungkin banyak yang sudah mengetahui melalui buku-buku pelajaran sekolah atau yang lainya, tapi sekedar berbagi pengetahuan,  asal mula nama-nama pulau besar yang ada di Indonesia. Setidaknya sebagai tambahan pengetahuan untuk sobat sekalian.

Sebagaimana kita semua ketahui, Indonesia adalah negara kepulauan dengan beragam pulau baik besar maupun kecil, dengan berbagai macam karakteristiknya, berikut ini, asal mula penyebutan nama bagi pulau-pulau besar di Indonesia.

Sumatera:
Paskibraka, Paskibra: Pulau SumateraNama asli Sumatera, sebagaimana tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat, adalah “Pulau Emas”. Istilah pulau ameh (bahasa Minangkabau, berarti pulau emas) kita jumpai dalam cerita Cindur Mata dari Minangkabau. Dalam cerita rakyat Lampung tercantum nama tanoh mas untuk menyebut pulau Sumatera. Seorang musafir dari Cina yang bernama I-tsing (634-713), yang bertahun-tahun menetap di Sriwijaya (Palembang sekarang) pada abad ke-7, menyebut Sumatera dengan nama chin-chou yang berarti “negeri emas”.

Dalam berbagai prasasti, Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Naskah Buddha yang termasuk paling tua, Kitab Jataka, menceritakan pelaut-pelaut India menyeberangi Teluk Benggala ke Suwarnabhumi. Dalam cerita Ramayana dikisahkan pencarian Dewi Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa.

Para musafir Arab menyebut Sumatera dengan nama Serendib (tepatnya: Suwarandib), transliterasi dari nama Suwarnadwipa. Abu Raihan Al-Biruni, ahli geografi Persia yang mengunjungi Sriwijaya tahun 1030, mengatakan bahwa negeri Sriwijaya terletak di pulau Suwarandib. Namun ada juga orang yang mengidentifikasi Serendib dengan Srilangka, yang tidak pernah disebut Suwarnadwipa.

Lalu dari manakah gerangan nama “Sumatera” yang kini umum digunakan baik secara nasional maupun oleh dunia internasional? Ternyata nama Sumatera berasal dari nama Samudera, kerajaan di Aceh pada abad ke-13 dan ke-14. Para musafir Eropa sejak abad ke-15 menggunakan nama kerajaan itu untuk menyebut seluruh pulau.

Peralihan Samudera (nama kerajaan) menjadi Sumatera (nama pulau) menarik untuk ditelusuri. Odorico da Pardenone dalam kisah pelayarannya tahun 1318 menyebutkan bahwa dia berlayar ke timur dari Koromandel, India, selama 20 hari, lalu sampai di kerajaan Sumoltra. Ibnu Bathutah bercerita dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) bahwa pada tahun 1345 dia singgah di kerajaan Samatrah. Pada abad berikutnya, nama negeri atau kerajaan di Aceh itu diambil alih oleh musafir-musafir lain untuk menyebutkan seluruh pulau.

Pada tahun 1490 Ibnu Majid membuat peta daerah sekitar Samudera Hindia dan di sana tertulis pulau Samatrah. Peta Ibnu Majid ini disalin oleh Roteiro tahun 1498 dan muncullah nama Camatarra. Peta buatan Amerigo Vespucci tahun 1501 mencantumkan nama Samatara, sedangkan peta Masser tahun 1506 memunculkan nama Samatra. Ruy d’Araujo tahun 1510 menyebut pulau itu Camatra, dan Alfonso Albuquerque tahun 1512 menuliskannya Camatora. Antonio Pigafetta tahun 1521 memakai nama yang agak ‘benar’: Somatra. Tetapi sangat banyak catatan musafir lain yang lebih ‘kacau’ menuliskannya: Samoterra, Samotra, Sumotra, bahkan Zamatra dan Zamatora.

Catatan-catatan orang Belanda dan Inggris, sejak Jan Huygen van Linschoten dan Sir Francis Drake abad ke-16, selalu konsisten dalam penulisan Sumatra. Bentuk inilah yang menjadi baku, dan kemudian disesuaikan dengan lidah kita: Sumatera


Jawa:
Paskibraka, Paskibra: Pulau JawaAsal-usul nama 'Jawa' tidak jelas. Salah satu kemungkinan adalah bahwa para musafir dari India menamakan pulau ini berdasarkan tanaman jáwa-wut, yang sering dijumpai . Ada kemungkinan lain sumber: kata Jau dan variasinya berarti "di luar" atau "jauh". Dan, dalam bahasa Sansekerta yava berarti barley atau Jelai atau Jawawut, tanaman yang terkenal pulau itu. Sumber lain menyatakan bahwa kata "Jawa" berasal dari Proto-Austronesia yang berarti 'rumah'.


Kalimantan:
• Pertama.
Borneo dari kata Kesultanan Brunei Darussalam yang sebelumnya merupakan kerajaan besar dan luas (mencakup Serawak dan sebagian Sabah karena sebagian Sabah ini milik kesultanan Sulu-Mindanao. Para pedagang Portugis menyebutnya Borneo dan digunakan oleh orang-orang Eropa. Di dalam Kakimpoi Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365 Kerajaan Brunei kuno disebut "Barune", sehingga ada pula yang menyebutnya "Waruna Pura". Namun penduduk asli menyebutnya sebagai pulo Klemantan.
Paskibraka, Paskibra : Pulau Kalimantan• Kedua.
Menurut Crowfurd dalam Descriptive Dictionary of the Indian Island (1856), kata Kalimantan adalah nama sejenis mangga sehingga pulau Kalimantan adalah pulau mangga namun dia menambahkan bahwa kata itu berbau dongeng dan tidak populer.
• Ketiga.
Menurut Dr. B. Ch. Chhabra dalam jurnal M.B.R.A.S vol XV part 3 hlm 79 menyebutkan kebiasaan bangsa India kuno menyebutkan nama tempat sesuai hasil bumi seperti jewawut dalam bahasa sanksekerta yawa sehingga pulau itu disebut yawadwipa yang dikenal sebagai pulau Jawa sehingga berdasarkan analogi itu pulau itu yang dengan nama Sansekerta Amra-dwipa atau pulau mangga.
• Keempat.
Menurut dari C.Hose dan Mac Dougall menyebutkan bahwa kata Kalimantan berasal dari 6 golongan suku-suku setempat yakni Dayak Laut (Iban), Kayan, Kenya, Klemantan, Munut, dan Punan. Dalam karangannya, Natural Man, a Record from Borneo (1926), C Hose menjelaskan bahwa Klemantan adalah nama baru yang digunakan oleh bangsa Melayu.
• Kelima.
Menurut W.H Treacher dalam British Borneo dalam jurnal M.B.R.A.S (1889), mangga liar tidak dikenal di Kalimantan utara. Lagi pula Borneo tidak pernah dikenal sebagai pulau yang menghasilkan mangga malah mungkin sekali dari sebutan Sago Island (pulau Sagu) karena kata Lamantah adalah nama asli sagu mentah.
• Keenam.
Menurut Prof. Dr. Slamet Muljana dalam bukunya Sriwijaya (LKIS 2006), kata Kalimantan bukan kata melayu asli tapi kata pinjaman sebagai halnya kata malaya, melayu yang berasal dari India (malaya yang berarti gunung). Kalimantan atau Klemantan berasal dari Sanksekerta, Kalamanthana yaitu pulau yang udaranya sangat panas atau membakar (kal[a]: musim, waktu dan manthan[a]: membakar). Karena vokal a pada kala dan manthana menurut kebiasaan tidak diucapkan, maka Kalamanthana diucap Kalmantan yang kemudian disebut penduduk asli Klemantan atau Quallamontan yang akhirnya diturunkan menjadi Kalimantan.


Sulawesi:
Paskibraka, Paskibra: Pulau SulawesiOrang Portugis adalah yang pertama merujuk ke Sulawesi sebagai 'Celebes'. Arti nama ini tidak jelas. Satu teori mengklaim kalau itu berarti "sulit untuk dicapai" karena pulau tersebut dikelilingi arus laut dan air dan sungai yang deras. Nama modern 'Sulawesi' mungkin berasal dari kata-kata sula ( 'pulau') dan besi ( 'besi') dan dapat merujuk kepada sejarah ekspor besi dari Danau Matano yang kaya akan deposit bijih besi.





Irian Jaya atau Papua:
Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea).

Paskibraka, Paskibra : Pulau PapuaSetelah berada di bawah penguasaan Indonesia, wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002. Irian sendiri merupakan kependekan dari Ikut Republik Indonesia, Anti Nederland (join/follow the Republic of Indonesia, rejecting the Netherlands)

Nama provinsi ini diganti menjadi Papua sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Pada 2003, disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur), Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (setahun kemudian menjadi Papua Barat). Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Provinsi Papua pada saat ini.

Kata Papua sendiri berasal dari bahasa melayu yang berarti rambut keriting, sebuah gambaran yang mengacu pada penampilan fisik suku-suku asli.


Sumber: wikipedia.org


Read more

Gunung Bromo : Surganya Tengger, Surganya Indonesia


Gunung Bromo merupakan salah satu surga dunia yang dimiliki negeri kita tercinta, Indonesia.
Gunung Bromo merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Timur. Tempat wisata alam ini terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di timur kota Malang, Jawa Timur, Untuk akses jalannya dapat juga melewati Nongkojajar yang merupakan kawasan wisata yang asri dan hijau. Pengunjungnya bukan hanya wisatawan lokal, bahkan banyak yang berasal dari luar negeri. Dengan pemandangan yang khas membuat Bromo layak menjadi tujuan wisata. Apa saja keistimewaan Gunung Bromo?

Bromo

Dingin, begitulah yang akan Anda rasakan saat pertama kali Anda keluar dari mobil. Suhu disini mencapai 10 derajat bahkan sampai 0 derajat Celsius saat menjelang pagi. Maka, Anda hendaknya mempersiapkan pakaian dingin, topi kupluk, sarung tangan, kaos kaki, syal untuk mengatasinya. Tapi, bila Anda melupakan perlengkapan tersebut, ada banyak penjaja keliling yang menawarkan dagangannya berupa topi, sarung tangan, atau syal.

Melihat Matahari Terbit Bromo dari Penanjakan

Pengunjung biasa mengunjungi kawasan ini sejak dini hari dengan tujuan melihat terbitnya matahari. Untuk melihatnya, Anda harus menaiki Gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini. Medan yang harus dilalui untuk menuju Gunung Pananjakan merupakan medan yang berat. Untuk menuju kaki Gunung Pananjakan, Anda harus melalui daerah yang menyerupai gurun yang dapat membuat Anda tersesat. Saat harus menaiki Gunung Pananjakan, jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam tentu membutuhkan ketrampilan menyetir yang tinggi. Untuk itu, banyak pengunjung yang memilih menyewa mobil hardtop (sejenis mobil jeep) yang dikemudikan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar berasal dari suku Tengger yang ramah dengan para pengunjung.
Sampai diatas, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu tebitnya matahari. Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat. Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan moment ini. Anda pun tidak selalu bisa melihat peristiwa ini, karena bila langit berawan, kemunculan matahari ini tidak terlihat secara jelas. Namun, saat langit cerah, Anda dapat melihat bulatan matahari yang pertama-tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan-lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung-gunung yang ada di kawasan ini. Antara lain, Gunung Bromo, Gunung Batok, atau Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Kawah dan Lautan Pasir Bromo

Selesai menyaksikan matahari terbit, Anda dapat kembali menuruni Gunung Pananjakan dan menuju Gunung Bromo. Sinar matahari dapat membuat Anda melihat pemandangan sekitar. Ternyata Anda melewati lautan pasir yang luasnya mencapai 10 km². Daerah yang gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Tiupan angin, membuat pasir berterbangan dan dapat menyulitkan Anda bernafas.
Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70.000,- atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.
Sekarang, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo yang tingginya 2.392 m dari permukaan laut, Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. Anda juga dapat melayangkan pandangan Anda kebawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Benar-benar pemandangan yang sangat langka dan luar biasa yang dapat kita nikmati.
Jepret-an
Ngeksis :p Rizki
Read more

7 Orang Indonesia Pertama Yang Mengguncang Dunia


Banyak diantara kita yang belum mengetahui bahwa ada banyak orang Indonesia yang mengguncang dunia karena prestasi mereka. Prestasi yang diakui bangsa lain tersebut tentunya membanggakan Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia juga patut di perhitungkan di kancah internasional. Apalagi diantara mereka ada yang merupakan orang pertama yang melakukannya di dunia. Dari sekian banyak orang Indonesia yang membanggakan, berikut 7 orang Indonesia pertama yang mengguncang dunia.

1. Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar ( ISSEMU )

Orang Indonesia pertama yang mengguncang dunia adalah sebuah tim yang tergabung dalam Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar atau ISSEMU.


Tim tersebut berhasil mendaki 7 puncak tertinggi benua di dunia yang meliputi Puncak Carstensz Pyramid di Papua Indonesia, Puncak Gunung Kilimanjaro di Afrika, Puncak Gunung Elbrus di Rusia, Puncak Gunung Vinson Massif di Antartika, Puncak Gunung Aconcagua di Argentina, Puncak Gunung Everest di Nepal, Puncak Gunung Denali di Amerika Utara. Dan anak muda berusia 20 tahunan itu secara otomatis mendapat julukan sebagai “The Seven Summiteers” gelar internasional bagi mereka yang berhasil mencapai 7 puncak tertinggi di dunia. Sebenarnya, usaha mencapai gelar ini telah dimulai oleh Almarhum Norman Edwin dan Almarhum Didiek Samsu Wahyu Triachdi yang merupakan mahasiswa pecinta alam dari Universitas Indonesia. Sayangnya, langkah mereka harus terhenti di gunung Aconcagua ketika jenazah keduanya di temukan di gunung tersebut. Dan setelah musibah itu, pendakian untuk menggapai gelar “The Seven Summiters” bagi Indonesia bagai hilang begitu saja.


Hingga akhirnya awal tahun 2009, mahasiswa pecinta alam dari Universitas Parahyangan, Bandung tersebut berhasil mencapai Carstenz Pyramid kemudian melanjutkan mendaki 6 puncak lainnya hingga tahun 2011. Dengan prestasi membanggakan ini, kini Indonesia memiliki The Seven Summiters pertama. Dan juga menandakan bahwa Indonesia akan segera bergabung bersama dengan 52 negara yang memiliki pendaki bertitle “The Seven Summiteers”.

2. Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A.


Gelar “Sir” adalah gelar prestisius yang identik dengan gelar kebangsawanan di Inggris. Tidak sembarang orang di luar negara persemakmuran Inggris dapat di beri gelar “Sir” oleh kerajaan Inggris. Namun ternyata ada juga orang Indonesia yang diberi gelar “Sir” , yaitu Prof. Dr. Azyumardi Azra. Mantan rektor sebuah Universitas swasta di Jakarta ini menerima penghargaan dari Ratu Elizabeth II sebagai “The Commander of The order of The British Empire” atau cbe award alias panglima kerajaan Inggris. Penghargaan diberikan karena Azyumardi dinilai berjasa dalam memberikan kontribusi penting dalam membangun hubungan baik antar agama di tingkat internasional, khususnya antara Indonesia dan Inggris. Hal ini terutama Azyumardi lakukan ketika ia menjadi ketua bersama uk-Indonesia Islamic Advisory Council atau dewan penasehat Islam Inggris-Indonesia yang di bentuk oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perdana menteri Tony Blair pada Maret 2006. Dengan gelar tersebut, maka ia berhak menyandang gelar “Sir” pertama di Indonesia.

3. Arthur Irawan


Orang Indonesia pertama yang mengguncang dunia berikutnya adalah Arthur Irawan. Remaja Indonesia berusia 19 tahun itu adalah seorang pemain sepakbola di klub Segunda Espanyol B dengan posisi sebagai Bek Kanan maupun Gelandang Tengah. Espanyol melihat bakat remaja dengan tinggi badan 1,75 Meter ini ketika Arthur masih memperkuat klub amatiran di Inggris, Lytham Town.


Yang membanggakan lagi, pemain muda menjanjikan dari Indonesia tersebut ternyata juga menarik perhatian klub sepakbola asal Inggris, Manchester United. Nama Arthur Irawan sempat mencuat berkaitan dengan seleksi timnas Indonesia U-23 ketika timnas masih di latih Alfred Riedl. Tapi karena remaja asal Surabaya, Jawa Timur ini masih di anggap terlalu muda, Alfred pun menolaknya. Padahal Arthur sangat berharap bisa membela Indonesia, karena seperti yang pernah ia tuturkan motivasinya membela Indonesia karena ia mencintai bangsa ini.

4. Yusof Bin Ishak

Jika seseorang yang berasal dari satu negara menjadi presiden di negaranya sendiri, hal itu adalah hal biasa. Namun, jika orang tersebut tidak berasal dari negara tersebut namun berhasil menjadi presiden di negara itu, hal ini barulah luar biasa.


Peristiwa langkah itu di alami oleh Yusof bin Ishak, seorang Sumatera Barat yang menjadi presiden Singapura. Bahkan Yusof yang menutup usia di umur 60 tahun itu merupakan presiden pertama Singapura. Yang semakin membanggakan, wajah Yusof pun di abadikan pada pecahan-pecahan uang Singapura.


Pada tanggal 3 Desember 1959, Yusof memang telah menjadi warga Singapura, di lantik sebagai kepala negara atau di sebut “Yang di-Pertuan Negara Singapura”. Kemudian pada tanggal 9 Agustus 1965 saat Singapura keluar dari Federasi Malaysia dan merdeka, status ia berubah menjadi presiden hingga tahun 1970.

5. Jeffrey Polnaja


Berikutnya adalah Jeffrey Polnaja. Orang Indonesia pertama yang berkeliling dunia dengan sepeda motor seorang diri. Aksi pria asal Bandung, Jawa Barat ini di kukuhkan di museum rekor dunia Indonesia. “Kang JJ” begitu dia biasa di panggil, memang menyukai aktivitas bertualang. Tahun 1978, pria 50 tahun ini memulai perjalanannya mengendarai sepeda motor seorang diri melintasi seluruh pulau Jawa sampai Bali. Namun pada tahun 2001 saat hendak memulai perjalanan keliling dunia yang ingin dia dedikasikan untuk perdamaian, Kang JJ mengalami kecelakaan hingga ia nyaris lumpuh. Namun untunglah hanya dalam waktu 6 bulan Kang JJ sudah pulih kembali. Setelah pulih, pada April 2006 Kang JJ meninggalkan tanah air dan memulai perjalanan menjelajah dunia dengan naik motor. Dalam perjalanannya itu, ia berbagi semangat perdamaian dan keprihatinannya akan pemanasan global kepada setiap orang, dan tentunya mempromosikan Indonesia di pentas dunia. Pada 30 November 2008, Kang JJ kembali ke tanah air. Tak kurang dari seribu motor menyambut kedatangannya, termasuk Adhyaksa Dault yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Karena dedikasinya itu, Jeffrey Polnaja mendapat berbagai penghargaan diantaranya Lifetime Achievement Award dari Ikatan Motor Indonesia atau IMI, sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan bagi insan otomotif di Indonesia.

6. Rudy Hartono Kurniawan


Merupakan orang Indonesia yang telah mengukir sejarah di bidang olahraga dunia yakni bulutangkis. Pria yang berusia 63 tahun itu adalah satu-satunya pebulutangkis di dunia yang berhasil menjuarai All England, kejuaraan bergengsi bulutangkis untuk nomor tunggal putra sebanyak 8 kali dan 7 kali secara berturut-turut. Rudy berhasil meraih gelar All England pertamanya di usianya yang masih muda yaitu 18 tahun. Prestasi yang dimiliki Rudy ini telah mencatatkan namanya di Guiness Book of Record pada tahun 1982. Dahulu, Rudy meninggalkan kuliahnya di fakultas kedokteran universitas Erlangga Surabaya, Jawa Timur demi bulutangkis. Kini, Rudy tidak lagi aktif di bulutangkis karena faktor usia dan kesehatan. Mantan atlet yang mengaku bahwa berdoa adalah rahasia keberhasilannya ini telah menjalani operasi jantung di Australia pada tahun 1988. Walaupun demikian, kecintaan Rudy Hartono terhadap bulutangkis tidak akan pernah mati.

7. Ashin Jinarakkhita

Dan orang Indonesia yang terakhir yang mengguncang dunia adalah Almarhum Ashin Jinarakkhita juga di kenal dengan panggilan Bhante Ashin. Dia adalah Bhikkhu Indonesia pertama yang di tahbiskan pada tahun 1953.


Setelah menjadi Bikkhu, pria kelahiran Bogor 23 Januari 1923 ini kemudian belajar spritual lebih lanjut di Myanmar selama 2 tahun. Kemudian pada tahun 1955, ia kembali ke pulau Jawa lalu bekerja keras membangun kembali Wihara dan perkumpulan Buddhis dan juga mengadakan perayaan Waisak secara nasional untuk pertama kalinya setelah beratus-ratus tahun di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Karena kegesitannya pergi dari satu tempat ke tempat lain untuk menyebarkan ajaran Budha saat awal berdiri itu, Bikkhu yang menutup usia di umur 79 tahun itu sampai-sampai di juluki “The Flying Monk” oleh umat Budha di Malaysia dan Singapura. Atas segala usahanya dalam mengembangkan agama Budha, pria yang lahir dengan nama “The Boan An” ini menjadi salah seorang yang berpengaruh dalam Budha di Indonesia.

Read more

Kehebatan Bapak BJ Habibie Saat Menjadi Presiden


Bacharuddin Jusuf Habibie  adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek. Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936.
Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Alwi Abdul Jalil Habibie lahir pada tanggal 17 Agustus 1908 di Gorontalo dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo lahir di Yogyakarta 10 November 1911. Ibunda R.A. Tuti Marini Puspowardojo adalah anak seorang spesialis mata di Yogya, dan ayahnya yang bernama Puspowardjojo bertugas sebagai pemilik sekolah. B.J. Habibie adalah salah satu anak dari tujuh orang bersaudara. B.J. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962, dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.
 

Sebelumnya ia pernah berilmu di SMAK Dago. Ia belajar teknik mesin di Institut Teknologi Bandung tahun 1954. Pada 1955-1965 ia melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat, menerima gelar diplom ingineur pada 1960 dan gelar doktor ingineur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.

Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Suharto.
Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Sebelum menjabat Presiden (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999), B.J. Habibie adalah Wakil Presiden (14 Maret 1998 – 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto.
Ia diangkat menjadi ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), pada masa jabatannya sebagai menteri.

Presiden

Habibie mewarisi kondisi kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto akibat salah urus di masa orde baru, sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia. Segera setelah memperoleh kekuasaan Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet. Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.
Pada era pemerintahannya yang singkat ia berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia, pada eranya dilahirkan UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU otonomi daerah. Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintergrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tanpa adanya UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.

Inilah Kehebatan BJ Habibie Saat menjadi Presiden Indonesia :

  • Memberi kebebasan pada rakyat untuk menyalurkan aspirasinya sehingga banyak bermunculan partai-partai politik baru yakni sebanyak 48 partai politik
  • Membebaskan narapidana politik (napol) seperti Sri Bintang Pamungkas dan Mochtar Pakpahan
  • Mencabut larangan berdirinya serikat-serikat buruh independen
  • Membentuk tiga undang-undang yang demokratis yaitu :
  1. UU No. 2 tahun 1999 tentang Partai Politik
  2. UU No. 3 tahun 1999 tentang Pemilu
  3. UU No. 4 tahun 1999 tentang Susunan Kedudukan DPR/MPR
  • Menetapkan 12 Ketetapan MPR dan ada 4 ketetapan yang mencerminkan jawaban dari tuntutan reformasi yaitu :
  1. Tap MPR No. VIII/MPR/1998, tentang pencabutan Tap No. IV/MPR/1983 tentangReferendum
  2. Tap MPR No. XVIII/MPR/1998, tentang pencabutan Tap MPR No. II/MPR/1978 tentang Pancasila sebagai azas tunggal
  3. Tap MPR No. XII/MPR/1998, tentang pencabutan Tap MPR No. V/MPR/1978 tentang Presiden mendapat mandat dari MPR untuk memiliki hak-hak dan Kebijakan di luar batas perundang-undangan
  4. Tap MPR No. XIII/MPR/1998, tentang Pembatasan masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden maksimal hanya dua kali periode.
12 Ketetapan MPR antara lain :
  1. Tap MPR No. X/MPR/1998, tentang pokok-pokok reformasi pembangunan dalam rangka penyelematan dan normalisasi kehidupan nasional sebagai haluan negara
  2. Tap MPR No. XI/MPR/1998, tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme
  3. Tap MPR No. XIII/MPR/1998, tentang pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia
  4. Tap MPR No. XV/MPR/1998, tentang penyelenggaraan Otonomi daerah
  5. Tap MPR No. XVI/MPR/1998, tentang politik ekonomi dalam rangka demokrasi ekonomi
  6. Tap MPR No. XVII/MPR/1998, tentang Hak Asasi Manusia (HAM)
  7. Tap MPR No. VII/MPR/1998, tentang perubahan dan tambahan atas Tap MPR No. I/MPR/1998 tentang peraturan tata tertib MPR
  8. Tap MPR No. XIV/MPR/1998, tentang Pemilihan Umum
  9. Tap MPR No. III/V/MPR/1998, tentang referendum
  10. Tap MPR No. IX/MPR/1998, tentang GBHN
  11. Tap MPR No. XII/MPR/1998, tentang pemberian tugas dan wewenang khusus kepada Presiden/mandataris MPR dalam rangka menyukseskan dan pengamanan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila
  12. Tap MPR No. XVIII/MPR/1998, tentang pencabutan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4)
  • Di bidang ekonomi, ia berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar masih berkisar antara Rp 10.000 – Rp 15.000. Namun pada akhir pemerintahannya, terutama setelah pertanggungjawabannya ditolak MPR, nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp 6500 per dolar AS nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era pemerintahan selanjutnya. Selain itu, ia juga memulai menerapkan independensi Bank Indonesia agar lebih fokus mengurusi perekonomian.
  • Langkah Ekponomi Habibie dalam  menyelesaikan krisis moneter dan perbaikan ekonomi Indonesia :
  1. Melakukan restrukturisasi dan rekapitulasi perbankan melalui pembentukan BPPN dan unit Pengelola Aset Negara
  2. Melikuidasi beberapa bank yang bermasalah
  3. Menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga di bawah Rp. 10.000,00
  4. Membentuk lembaga pemantau dan penyelesaian masalah utang luar negeri
  5. Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang disyaratkan IMF
  6. Mengesahkan UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan yang Tidak Sehat
  7. Mengesahkan UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
Salah satu kesalahan yang dinilai pihak oposisi terbesar adalah setelah menjabat sebagai Presiden, B.J. Habibie memperbolehkan diadakannya referendum provinsi Timor Timur (sekarang Timor Leste), ia mengajukan hal yang cukup menggemparkan publik saat itu, yaitu mengadakan jajak pendapat bagi warga Timor Timur untuk memilih merdeka atau masih tetap menjadi bagian dari Indonesia. Pada masa kepresidenannya, Timor Timur lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjadi negara terpisah yang berdaulat pada tanggal 30 Agustus 1999. Lepasnya Timor Timur di satu sisi memang disesali oleh sebagian warga negara Indonesia, tapi disisi lain membersihkan nama Indonesia yang sering tercemar oleh tuduhan pelanggaran HAM di Timor Timur.

Kasus inilah yang mendorong pihak oposisi yang tidak puas dengan latar belakang Habibie semakin giat menjatuhkan Habibie. Upaya ini akhirnya berhasil dilakukan pada Sidang Umum 1999, ia memutuskan tidak mencalonkan diri lagi setelah laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR.

Pandangan terhadap pemerintahan Habibie pada era awal reformasi cenderung bersifat negatif, tapi sejalan dengan perkembangan waktu banyak yang menilai positif pemerintahan Habibie. Salah pandangan positif itu dikemukan oleh L. Misbah Hidayat Dalam bukunya Reformasi Administrasi: Kajian Komparatif Pemerintahan Tiga Presiden.[4]

Visi, misi dan kepemimpinan presiden Habibie dalam menjalankan agenda reformasi memang tidak bisa dilepaskan dari pengalaman hidupnya. Setiap keputusan yang diambil didasarkan pada faktor-faktor yang bisa diukur. Maka tidak heran tiap kebijakan yang diambil kadangkala membuat orang terkaget-kaget dan tidak mengerti. Bahkan sebagian kalangan menganggap Habibie apolitis dan tidak berperasaan. Pola kepemimpinan Habibie seperti itu dapat dimaklumi mengingat latar belakang pendidikannya sebagai doktor di bidang konstruksi pesawat terbang. Berkaitan dengan semangat demokratisasi, Habibie telah melakukan perubahan dengan membangun pemerintahan yang transparan dan dialogis. Prinsip demokrasi juga diterapkan dalam kebijakan ekonomi yang disertai penegakan hukum dan ditujukan untuk kesejahteraan rakyat. Dalam mengelola kegiatan kabinet sehari-haripun, Habibie melakukan perubahan besar. Ia meningkatkan koordinasi dan menghapus egosentisme sekotral antarmenteri. Selain itu sejumlah kreativitas mewarnai gaya kepemimpinan Habibie dalam menangani masalah bangsa.[5] Untuk mengatasi persoalan ekonomi, misalnya, ia mengangkat pengusaha menjadi utusan khusus. Dan pengusaha itu sendiri yang menanggung biayanya. Tugas tersebut sangat penting, karena salah satu kelemahan pemerintah adalah kurang menjelaskan keadaan Indonesia yang sesungguhnya pada masyarakat internasional. Sementara itu pers, khususnya pers asing, terkesan hanya mengekspos berita-berita negatif tentang Indonesia sehingga tidak seimbang dalam pemberitaan.

Setelah ia turun dari jabatannya sebagai presiden, ia lebih banyak tinggal di Jerman daripada di Indonesia. Tetapi ketika era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, ia kembali aktif sebagai penasehat presiden untuk mengawal proses demokratisasi di Indonesia lewat organisasi yang didirikannya Habibie Center.

Penghargaan

  • Award von Karman  (1992) bidang kedirgantaraan
  • Edward Warner Award.
  • Doktor Kehormatan  (Doctor of Honoris Causa) dari Cranfield Institute of  Technology dan Chungbuk University.

Publikasi

Karya Habibie
  • Proceedings of the International Symposium on Aeronautical Science and Technology of Indonesia / B. J. Habibie; B. Laschka [Editors]. Indonesian Aeronautical and Astronautical Institute; Deutsche Gesellschaft für Luft- und Raumfahrt 1986
  • Eine Berechnungsmethode zum Voraussagen des Fortschritts von Rissen unter beliebigen Belastungen und Vergleiche mit entsprechenden Versuchsergebnissen, Presentasi pada Simposium DGLR di Baden-Baden,11-13 Oktober 1971
  • Beitrag zur Temperaturbeanspruchung der orthotropen Kragscheibe, Disertasi di RWTH Aachen, 1965
  • Sophisticated technologies : taking root in developing countries, International journal of technology management : IJTM. – Geneva-Aeroport : Inderscience Enterprises Ltd, 1990
  • Einführung in die finite Elementen Methode,Teil 1, Hamburger Flugzeugbau GmbH, 1968
  • Entwicklung eines Verfahrens zur Bestimmung des Rißfortschritts in Schalenstrukturen, Hamburger Flugzeugbau GmbH, Messerschmitt-Bölkow-Blohm GmbH, 1970
  • Entwicklung eines Berechnungsverfahrens zur Bestimmung der Rißfortschrittsgeschwindigkeit an Schalenstrukturen aus A1-Legierungen und Titanium, Hamburger Flugzeugbau GmbH, Messerschmitt-Bölkow-Blohm GmbH, 1969
  • Detik-detik Yang Menentukan – Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi, 2006 (memoir mengenai peristiwa tahun 1998)

Buku Mengenai Habibie

  • Hosen, Nadirsyah, Indonesian political laws in Habibie Era : Between political struggle and law reform, ,Nordic journal of international law, ISSN 0029-151X, Bd. 72 (2003), 4, hal. 483-518
  • Rice, Robert Charles, Indonesian approaches to technology policy during the Soeharto era : Habibie, Sumitro and others, Indonesian economic development (1990), hal. 53-66
  • Makka, Makmur.A, The True Life of HABIBIE Cerita di Balik Kesuksesan, PUSTAKA IMAN, ISBN 978-979-3371-83-2, 2008

    Sumber: http://newindonesiaonline.wordpress.com/
Read more

Baru Terjadi, Pemerintah Indonesia “Mengguncang” Dunia

Freeport (KOMPAS/AGUS SUSANTO)
Freeport (KOMPAS/AGUS SUSANTO)

Baru kali ini – setidaknya dalam catatan saya – sebuah kebijakan pemerintah Indonesia mampu “mengguncang” dunia. Akibat kebijakan ini, sejumlah pihak baik perusahaan besar dunia maupun negara-negara terkemuka dan maju, berusaha mendekati pemerintah Indonesia. Jika sebelumnya, pemerintah Indonesia-lah yang melobi pihak-pihak tersebut, kini sebaliknya. Bukan hanya melobi, mereka juga melakukan berbagai cara untuk memengaruhi pemerintah Indonesia untuk mengubah kebijakan tersebut.
Kebijakan apakah gerangan?

Mungkin Anda sudah tahu lewat beberapa berita belakangan ini. Bank Dunia misalnya mengkritik kebijakan ini, karena menyusahkan pengusaha mancanegara. Bank Dunia meminta Indonesia merevisi kebijakan ini atau sedikit melonggarkannya. Menurut Bank Dunia, kebijakan ini akan membuat iklim investasi terganggu. Bank Dunia pasti menyuarakan sejumlah negara dan perusahaan besar dunia yang terdampak kebijakan ini.

Lalu sejumlah negara, termasuk Jepang juga melobi pemerintah untuk melonggarkan aturan. Paling tidak, menurut mereka, jangan diberlakukan kepada Jepang. Hehe… emang enak! Jepang sekarang mengalami kesulitan besar, akibat dari kebijakan pemerintahan SBY ini. Rasanya baru kali ini, Jepang menghiba kepada Indonesia sedemikian cara. Mereka paparkan kesulitan sejumlah pabrik dan perusahaan di Jepang, yang berpengaruh terhadap kegiatan produksi. Bahkan, mungkin saja sebagian pabrik di sana berhenti beroperasi, akibat kebijakan Indonesia ini.

Masih ada lagi sejumlah perusahaan yang tetap saja merayu pemerintah, termasuk Freeport, perusahaan raksasa asal Amerika Serikat. Ketika kebijakan ini ditetapkan Januari lalu, Freeport sudah mengerahkan pasukannya untuk melobi. Bahkan pucuk pimpinannya di Amerika saja langsung datang ke sini dan menghadap ke sejumlah menteri. Sayang, dia tidak bisa menghadap SBY. Tapi nihil. Usaha mereka tidak digubris pemerintah. Kini mereka mencoba lagi bernego, untuk mengurangi beban biaya akibat dampak kebijakan tersebut. Aneh, perusahaan gudangnya emas dan duit itu, seperti loyo menghadapi kebijakan pemerintahan SBY.

Oh ya, Anda mungkin sudah tahu kebijakan apa yang saya maksud. Ya, kebijakan yang melarang perusahaan tambang di Indonesia melakukan ekspor bahan mentah mineral. Setiap perusahaan harus mengolah bahan mentah itu terlebih dahulu, sebelum mengekspornya. Kalau mereka kukuh melakukan ekspor, pemerintah menerapkan pajak yang sangat tinggi, sehingga mereka berpikir seribu kali untuk ekspor.

Kebijakan ini alasannya sangat rasional. Selama ini, bahan mentah mineral Indonesia disedot sekehendak hati oleh banyak perusahaan, dan diekspor ke mancanegara. Harganya murah. Tapi produsen di Indonesia harus membeli lagi bahan mentah itu dalam bentuk olahan dari negara yang mengimpor dari Indonesia. Bahkan konsumen Indonesia pun terpaksa membeli beragam produk, yang dihasilkan negara lain dengan bahan mentah dari Indonesia. Di sejumlah negara, bahan mentah asal Indonesia ditumpuk sebanyak mungkin, termasuk di China dan di Singapura. Mereka yang dapat untung banyak!

Kali ini, pemerintah bertindak tegas. Stop eksploitasi sumber daya alam Indonesia. Bank Dunia, Jepang, Freeport dan pihak lain harus menyadari, bahwa Indonesia tidak mau hanya menjadi kambing congek yang seenaknya mereka eksploitasi. Indonesia harus bisa “mengguncang” dunia! Kalau mau, ternyata bisa, kok….

Sumber
Info   : Bang Ridho
Read more